Melatih Langkah
Melatih langkah...
Ketika menulis ini, saya tidak tahu akan menjawab apa ketika ada yang bertanya, "kenapa judulnya demikian?"
Dalam ucapan saya, menulis adalah hal yang menyenangkan. Tidak sedikit ungkapan, "saya senang menulis dan saya ingin menjadi penulis," yang terlontar begitu saja ketika ada yang bertanya soal impian masa depan.
Namun, semakin ke sini, semakin banyak orang yang percaya bahwa saya adalah seorang penulis, saya mulai lelah. Lelah dengan menulis, lelah dengan semua ekspektasi orang lain, lelah dengan semua pujian terhadap tulisan-tulisan, dan lain sebagainya.
Lantas? Saya sebenarnya mau apa?
Saya pun bingung. Di usia yang tidak lagi muda, 24 tahun, saya merasa sangat tertinggal. Bukan karena membandingkan pencapaian hari ini dengan orang lain yang seusia. Saya hanya mengulas balik pikiran tentang orang dewasa saat saya masih belia.
Saat itu, saya melihat orang dewasa sebagai orang yang bisa segalanya. Mereka bisa menapaki tempat-tempat yang mereka inginkan, bekerja dengan keren di balik layar komputer, makan makanan enak tanpa ada yang melarang atau khawatir tidak uang, pokoknya semua terlihat keren di mata saya.
Namun, kenapa saat saya dewasa semuanya nggak sama?
Kenapa malah yang saya lihat hanya jurang, gunung, dan lautan yang susah untuk saya lewati? Kenapa dewasa serumit ini.
Langkah demi langkah sudah saya latih supaya bisa tetap berdiri. Lantas, mengapa saya masih belum bisa berdiri dengan berani dan mengungkapkan hal yang sebenarnya saya rasakan?
Saya lelah menulis, saya capek dan muak dengan tulisan. Saya benci membaca dan saya tidak ingin membaca.
Namun, bagaimana caranya?
Saya ingin jatuh cinta pada membaca seperti dulu. Saya ingin memiliki semangat kembali untuk menulis seperti dulu.
Bagaimana caranya?
Sampai kapan saya melatih langkah agar bisa berdiri tanpa terpaksa?
Tulisan April, 2025
Tulisan April, 2025
Komentar
Posting Komentar